Doa-doa yang tak dikabulkan

*Malam tahun baru.

Langit malam ini ramai sekali. Kembang api meletup di sana-sini. Hari ini, setahun yang lalu, ada genggam yang mengisi sela-sela jemariku yang sudah tak kuingat lagi hangatnya. Hari ini, setahun lalu, ada rindu yang digugurkan satu-satu di dada yang sudah tak kuingat lagi debarnya. Aku bisa menulis panjang sekali, tentang banyak ingatan yang tak akan kembali terulang, tentang renyah tawa dari canda yang tak lucu tapi menyenangkan, tentang ada yang akhirnya hilang.

Aku masih ingat malam-malam yang kuhabiskan dengan menerbangkan banyak sekali doa-doa. Berharap mereka akan mendarat di pangkuan Tuhan lalu dengan segera dikabulkan. Aku bahkan masih ingat permintaan yang aku ucapkan, “Tuhan, kembalikan. Tuhan, jangan cerai-beraikan. Tuhan, utuhkan”.

Tak ada satupun doaku yang dikabulkan.

Aku tersedu saat Tuhan tetap menjauhkan, aku marah saat Tuhan tak menyatukan, aku menyerah saat Tuhan memburaikan. Yang disisakan adalah harapan-harapan sesederhana agar aku tetap waras dan baik-baik saja. Yang ditinggalkan adalah keinginan-keinginan sesederhana agar aku ingat makan dan tertawa.

Masih segar di dalam kepalaku, betapa berat dadaku saat aku harus menarik napas dan membuka mata demi memulai hari yang itu-itu saja; isinya melulu cemburu dan luka, sesal tak berkesudahan dan murka yang terpaksa dipendam dalam-dalam. Sampai aku lelah, sampai akhirnya aku tak ingin berusaha, sampai akhirnya aku berhenti berjalan. Lalu saat itu kuputuskan, aku hanya ingin duduk saja, tak ingin ke mana-mana. Bukan untuk kembali ditemukan, tapi untuk membuka peta dan menentukan tujuan baru di luar sana. Aku ingin menikmati langit yang kadang mendung kadang terik, aku ingin memperhatikan orang-orang berlalu-lalang dan menebak-nebak apa yang mereka kejar dengan langkah tergesa-gesa itu, aku ingin menghirup udara banyak-banyak dan mengembuskan keras-keras kekhawatiranku, aku ingin pergi ke manapun asal tak kembali pada yang membuatku biru.

Untung tak ada satupun doaku yang dikabulkan.

Jika Tuhan sedikit saja jahat padaku, saat itu dikabulkan-Nya satu saja doaku, sekarang aku tak akan melangkah seyakin ini. Aku pasti sedang berjalan berputar-putar di jalan yang sama, jalan yang aku rasa memiliki tujuan padahal tidak. Aku pasti sedang menangis tersedu-sedu, merasa dicurangi padahal memang iya. Jika saat itu doa-doaku dikabulkan, ah sayang, aku tidak akan menemukan diriku sedang berdiri di puncak bukit melawan angin seperti saat ini sebab sendi-sendiku tak akan sekokoh ini menopang keyakinanku karena terlalu berat ia sudah menopang sendu-senduku.

Untungnya, tak ada satupun doaku yang dikabulkan.

Sebab jika ada satu saja doaku yang dikabulkan, aku saat ini tak akan tersenyum penuh syukur sembari menengadahkan tanganku dengan janji maha cantik telah melingkar apik di jari manisku.

bagikan jika kamu suka tulisan ini :)

10 thoughts on “Doa-doa yang tak dikabulkan

  1. Kak Ara, kak Ara mungkin ga kenal aku. Atau bahkan gatau kalo aku ada. Tapi jujur, udah sejak SMA aku tau kak Ara, sering lihat tweetnya, dan masih belom paham penggunaan twitter atau sosmed yg lain. Sampe akhirnya aku mulai bikin tumblr. Aku mulai memperdalam perasaanku dan menuliskannya ke dalam bahasa. Bahasaku sendiri. Walaupun akun tumblr.ku gonta ganti juga 😂. Intinya adalah,
    Kak mungkin kita dua individu yang tidak kenal satu sama lain. Tapi aku udah tau kakak sejak dulu. Dari kakak berdua sama someone,bergelut dengan jarak, sampe kakak bisa se anggun sekarang. Kak Ara, kamu amazing. Strong and capable woman. Aku gak tahu gimana harus jelasin betapa banyak banget quotes kakak yang bikin aku berhasil move on. Dan buatku, yang paling mengagumkan adalah, kakak jauh lebih terlihat elegan sekarang, tapi masih tidak mengurangi kak Ara yg dulu aku kenal. Yang mana artinya, kakak tangguh. Tetap menjadi diri sendiri dengan tambahan kekuatan di setiap langkah majunya. Maaf kak kalo panjang dan lebay. Dan kesannya kaya sok kenal. Tapi percaya kak, aku mengidolakan kakak sejak dulu dan baru detik ini berani ngungkapinnya lewat komen. Tetep semangat atas segala aktivitasnya ya kak 🙂 tapi jangan tinggalin twitter,blog, dan tulisan2mu. Aku ngerasa perasaanku lebih hidup waktu baca tulisanmu kak 🙂

    • Halo, Melfa. terima kasih banyak sekali sudah meluangkan waktu untuk sekadar mampir dan baca-baca tulisan saya di twitter dan di blog. this is such a heart-warming thing when i read your comment. terima kasih banyak sekali. semoga selalu sehat dan hal-hal baik selalu bersama kamu.

  2. Ketinggalan tulisan ini 🙁 merinding baca kalimat terakhirnya. Terimakasih kak ara sudah memotivasi dengan kalimat2 luar biasa 😊👏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *