Jangan jadi perempuan baik-baik

Menjadi perempuan banyak sekali tantangannya. Kita dituntut untuk menjadi dewasa namun tetap anggun dan memesona. Padahal masalah-masalah yang dihadapi tak jarang membuat kita lupa mencintai diri sendiri. Menjadi perempuan baik-baik memang penting, tapi jangan sampai kebaikan yang kita sebarkan justru melukai diri kita sendiri. Aku bilang, berjuanglah untuk hal-hal yang menurutmu memang pantas kau perjuangkan meski pada akhirnya kau perlu berlomba dengan perempuan-perempuan lain. Jangan mau mengalah hanya karena alasan ingin menjadi perempuan baik-baik. Perempuan baik-baik untuk siapa? Untuk diri sendiri saja kau tak cukup baik, untuk diri sendiri saja kau tak mau lelah, untuk diri sendiri saja kau tak mau membela.

Menjadi perempuan perlu belajar memilih dan memilah, mana yang pantas untuk diperjuangkan dan mana yang sebaiknya ditinggalkan. Sebab menjadi kuat bukan hanya tentang seberapa lama lagi kau mampu bertahan tapi juga tentang seberapa sanggup kau memilih untuk meninggalkan hal-hal yang menyakiti dirimu, hal-hal yang tak baik untuk hatimu, untuk kemudian melangkah dengan rencana-rencana baru yang lebih membahagiakan.

Sayang, memaafkan dan memberi kesempatan kedua adalah selalu dua hal yang berbeda. Menjadi pemaaf berarti menjadi egois. Maafkanlah meski banyak hal tak pantas dimaafkan sebab kau memaafkan untuk dirimu sendiri, untuk memelihara hatimu dari iri dan dengki, untuk membasuh jiwamu dari kebencian, untuk memeluk seluruh dirimu dengan ketenangan. Jika kau merasa terlalu marah, tak apa, ambil saja waktumu sebanyak-banyaknya tapi tetap ingatkan dirimu sendiri bahwa suatu saat nanti, kau akan memaafkan. Maafkanlah orang lain bukan karena mereka pantas dimaafkan, tapi karena kau tahu kau pantas merasakan kedamaian. Sementara memberi kesempatan kedua adalah hal yang tak selalu beriringan dengan memaafkan. Memberi kesempatan kedua sudah bukan menjadi egois lagi sebab artinya kau membiarkan orang lain untuk datang kembali, entah untuk membahagiakanmu atau justru membuatmu terpuruk kembali. Aku tak bilang kau untuk menjadi pelit, tapi sesekali mempertimbangkan kebahagiaanmu sendiri itu perlu. Jadilah perempuan cerdas yang tahu untuk apa dan siapa air matamu dilinangkan.

Menjadi perempuan perlu pula belajar untuk merdeka. Merdeka atas pilihan-pilihannya, merdeka atas hidupnya, merdeka atas tubuhnya sendiri. Menyesuaikan diri agar diterima di lingkungan itu perlu tapi jangan sampai omongan orang lain atau tanggapan lingkungan menyetir pilihan-pilihan kita. Hiduplah sehidup-hidupnya. Hidupmu, pilihanmu. Kan selalu begitu sejak dulu. Kalau kau salah memutuskan, yang menanggung akibatnya kan dirimu sendiri. Bukan mereka. Kalau kau berusaha kemudian banyak pilihan-pilihan menyenangkan, kan yang bahagia hatimu sendiri. Maka, selama kau bahagia dan tidak merugikan orang lain, lakukan saja. Mau apa? Mau mengecat rambut warna merah muda atau biru? Silakan. Mau dikepang atau potong pendek sekalian? Monggo. Kau bisa makan apa saja. Sukamu. Mau kwetiaw goreng atau seblak pedas, terserah. Kau bisa minum apa saja. Senangmu. Mau cokelat panas atau green tea latte, terserah. Pokoknya nanti, di manapun, kapanpun, dan pada apapun, kalau kau dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit, pesanku hanya satu; jangan tolol.

Jadi, sayangku, jangan jadi perempuan baik-baik. Sebab tidak cukup.

Jadilah perempuan cerdas, kuat, dan merdeka. Sebab kau sendiri dan anak-anakmu kelak butuh seorang perempuan yang demikian sebagai cinta pertamanya dan sebagai panutan seumur hidup mereka sebab hidup terlalu keras hingga menjadi baik saja tidak cukup.

Don’t be a good woman. It’s not enough.

Be a strong, smart, and independent woman. You yourself and your children soon need that kind of woman as their first love and long life role model because life is so fucking cruel as being only good and have a beautiful soul now is not enough.

bagikan jika kamu suka tulisan ini :)

11 thoughts on “Jangan jadi perempuan baik-baik

  1. aku lg sedih, dan bener-bener sedih. baca tulisan kek gini ya i know i can be better more than now. thank u kak semoga selalu bermanfaat tulisannya:)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.